Ditarik kesimpuln dari beberapa kegiatan diskusi, menurut saya sampai saat ini pelaksanaan BK khususnya pada sekolah-sekolah belumlah cukup efektif. Hal ini telah ditelusuri ternyata disebabkan oleh beberapa fakt0r yang menurut saya keefektifan pelaksnaan BK tidak jua mengalami perkembangan yang signifikan.
Fakt0r yang tersebut diatas adalah setidaknya mengenai prinsip dalam pelaksanaan BK yang terdiri dari prinsip umun & prinsip khusus.
Dicontohkan bahwa seorang konselor atau disebut di sekolah dengan istilah Guru BK meski mungkin telah mengenal perbedaan indvidual daripada indvidu-indvidu yang dibimbing (yang terdapat dalam prinsip umum BK), tetapi belum mampu memberikan bimbingan yang tepat sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh indvidu yang bersangkutan. Mengingat seharusnya masing-masing individu/klien secara aktif akan mencari seorang konselor/guru BK untuk mendapatkan pemecahan masalah yang dihadapi, tetapi karena sosok Guru BK di sekolah-sekolah justru menjadi momok yang lebih berperan sebagai pemberi hukuman ketika seorang siswa melanggar tata tertib maka siswa enggan untuk berinteraksi dengan guru BK pun.
Mengenai solusi masalah ini saya pikir hendaknya diadakan semacam seminar untuk para guru BK yang berperan sebagai konselor. Para pembimbing konseling akan mendapatkan beberapa pengertian mengenai pelaksanaan BK yang harus dipahami oleh mereka supaya dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai prinsip yang terkandung dalam BK itu sendiri.
Juga agar para pembimbing konseling dapat memahami pengertian BK secara benar sehingga mereka dapat menyampaikan pengertian tersebut yang sesungguhnya kepada siswa. Karena, individu/para siswa sangatlah perlu diberi pemahaman BK juga.Jadi kedua pihak antara konselor & klien dapat melaksanakan BK dengan sama-sama memahami BK secara menyeluruh.